Beberapa hari lalu, di media sosialku beredar beberapa konten yang memperlihatkan sejumlah kreator membuat konten yang menurutku tidak pantas, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Konten tersebut mengarah kepada penyandang disabilitas, atau lebih tepatnya menjadikan keterbatasan mereka sebagai bahan olok-olok.
Bagi
sebagian orang, mungkin konten seperti itu hanya dianggap sebagai candaan atau
hiburan, tanpa ada niat untuk mengolok-olok atau menyakiti siapa pun. Namun,
kita juga perlu menyadari bahwa tidak semua orang bisa melihatnya dengan cara
yang sama. Mungkin ada yang merasa tersinggung, terluka, atau bahkan kehilangan
semangat karena konten tersebut, terutama para penyandang disabilitas itu
sendiri.
Tolonglah,
lebih bijak lagi dalam membuat konten. Iya, aku tahu itu adalah hak kalian.
Tetapi tidak semua hal pantas dijadikan konten, apalagi jika menjadikan
keterbatasan orang lain sebagai bahan candaan.
Kita tidak
pernah tahu seberapa besar perjuangan mereka untuk tetap menjalani hidup di
tengah keterbatasan yang ada. Kita tidak tahu seberapa berat perjuangan mereka
untuk tetap tersenyum dan menjalani hari-hari mereka.
Sebagai
orang yang diberikan kondisi fisik yang lebih baik, setidaknya mari kita bantu
mereka untuk tetap berjuang dan menjaga semangat mereka agar bisa menjalani
hari-hari dengan lebih baik. Jangan justru menjadikan keterbatasan mereka
sebagai bahan hiburan.
Jika boleh
memilih, tentu mereka juga tidak ingin berada dalam kondisi seperti itu. Tetapi
Tuhan memilih mereka untuk menjalani kehidupan tersebut, mungkin karena ada
keistimewaan dan kekuatan dalam diri mereka yang belum tentu kita miliki.
Jadi,
tolong jaga adab kita dalam membuat konten, terutama sesuatu yang akan menjadi
tontonan publik. Jangan sampai demi sebuah konten, kita melukai hati dan
merendahkan orang lain.
Karena pada
akhirnya, mereka juga manusia. Mereka punya hati, punya perasaan, dan berhak dihormati
seperti kita semua.
Penulis: Arunika Pertiwi
0 Komentar