RUMAH untuk yang Lelah

 


RUMAH.

Hai, kamu lagi ngapain?

Kabarnya gimana hari ini?

Kalau hari ini terasa berat, nggak apa-apa. Sini, duduk sebentar.

Oh iya, kita belum kenalan ya?

Kenalin, aku adalah RUMAH.

Tempatmu pulang saat kamu merasa nggak punya rumah untuk pulang.

Tempatmu beristirahat saat dunia terasa terlalu ramai.

Aku siap mendengarkan setiap cerita, keluh kesah, dan segala hal yang mungkin selama ini kamu simpan sendiri.

Di sini, kamu nggak harus menjadi kuat.

Kamu nggak harus berpura-pura baik-baik saja.

Cukup jadi dirimu sendiri.

CAPEK.

Kamu capek, ya?

Sini, duduk di sampingku.

Nggak perlu terburu-buru menceritakan semuanya.

Istirahat dulu sebentar.

Hari ini pasti nggak mudah untukmu bukan?

Aku tahu, terkadang hidup terasa begitu berat.

Seolah apa pun yang kita lakukan selalu kurang.

Seolah kita dituntut untuk terus kuat, terus berjalan, dan terus tersenyum.

Padahal kenyataannya, kita juga manusia.

Kita bisa lelah.

Kita bisa kecewa.

Kita bisa merasa ingin menyerah.

Dan itu nggak apa-apa.

Jadi, kamu lagi kenapa?

Oh...

Kamu lagi capek sama hidup?

Kalau begitu, dengarkan aku sebentar.

Kamu nggak harus terlihat kuat setiap saat.

Kamu nggak harus mampu menghadapi semuanya sendirian.

Kalau memang ingin menangis, menangislah.

Nggak usah ditahan.

Nggak apa-apa.

Kadang air mata adalah cara hati berbicara ketika kata-kata sudah tidak mampu menjelaskan semuanya.

Kadang menangis bukan tanda kelemahan.

Kadang menangis adalah bentuk keberanian.

Keberanian untuk mengakui bahwa kamu sedang terluka.

Sudah nangisnya?

Gimana?

Sedikit lebih lega?

Kalau belum, nggak apa-apa.

Menangislah lagi jika memang itu yang kamu butuhkan.

Aku nggak akan menyuruhmu berhenti.

Aku akan tetap di sini.

Menemanimu.

Sampai sesak di dadamu perlahan berkurang.

Sampai beban yang kamu bawa terasa sedikit lebih ringan.

Aku tahu.

Nggak semua luka bisa sembuh hari ini.

Nggak semua masalah bisa selesai malam ini.

Dan nggak semua pertanyaan harus segera menemukan jawaban.

Kadang, yang kita butuhkan hanyalah tempat untuk berhenti sejenak.

Tempat yang tidak menghakimi.

Tempat yang tidak menuntut kita untuk selalu baik-baik saja.

Tempat yang menerima kita apa adanya.

Dan jika saat ini kamu sedang mencari tempat itu,

anggap saja aku adalah RUMAH.

Aku mungkin nggak bisa menyelesaikan semua masalahmu.

Aku mungkin nggak punya jawaban atas semua pertanyaanmu.

Tapi aku bisa mendengarkan.

Aku bisa menemanimu.

Aku bisa menjadi tempatmu beristirahat sebelum kamu melanjutkan perjalanan lagi.

Karena RUMAH bukan tempat yang memaksamu untuk kuat.

RUMAH adalah tempat yang tetap menerimamu, bahkan saat kamu sedang rapuh.

Jadi untuk malam ini,

istirahatlah.

Taruh dulu semua beban yang kamu bawa.

Kamu sudah berjuang sejauh ini.

Dan itu sudah lebih dari cukup.

Besok, kita lanjutkan lagi.

Pelan-pelan saja.

Nggak perlu terburu-buru.

Karena sejauh apa pun kamu pergi,

sesulit apa pun hari yang kamu jalani,

ingat satu hal:

Kamu selalu punya tempat untuk pulang.

Dan aku akan tetap di sini.

Menjadi RUMAH untukmu pulang.


Penulis: Opalina Avicenna

Posting Komentar

1 Komentar

  1. "RUMAH TEMPAT KEMBALI"
    ***"SEJAUH MANA DAN SELAMA APAPUN KITA PERGI SUATU SAAT AKAN KEMBALI KE-RUMAH"***

    BalasHapus